Rabu, 11 November 2009

MACAM - MACAM MINUMAN KERAS

| | 0 komentar












leer más...

ALL ABOUT MINUMAN KERAS

| | 0 komentar






ALKOHOLISME

DEFINISI

Alkoholisme adalah penyakit menahun yang ditandai dengan kecenderungan untuk meminum lebih daripada yang direncanakan, kegagalan usaha untuk menghentikan minum minuman keras dan terus meminum minuman keras walaupun dengan konsekuensi sosial dan pekerjaan yang merugikan

Alkoholisme adalah masalah yang sering terjadi.
Hampir 8% orang dewasa di Amerika Serikat memiliki masalah dalam penggunaan alkohol.
Pria 4 kali lebih sering menjadi alkoholik (pecandu alkohol) dibandingkan wanita.

Semua orang dari semua kelompok umur bisa terkena.
Makin banyak anak-anak dan orang dewasa memiliki masalah alkohol dengan konsekuensi yang mengerikan.

Alkohol menyebabkan ketergantungan fisik maupun psikis.
Alkoholisme biasanya mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bersosialisasi dan untuk bekerja dan menyebabkan banyak kerusakan perilaku lain.

Pecandu alkohol sering mengalami keracunan alkohol, bahkan hampir setiap hari.
Keadaan mabuk dapat menghancurkan hubungan keluarga dan hubungan sosial; pernikahan seringkali berakhir dengan perceraian.
Terlalu sering bolos kerja bisa menyebabkan pecandu kehilangan pekerjaannya.

Pecandu alkohol tidak dapat mengatur perilakunya, cenderung untuk menyetir di saat mabuk, dan menderita cedera fisik karena terjatuh, berkelahi atau kecelakaan kendaraan bermotor.
Beberapa pecandu alkohol juga dapat menjadi kasar/bengis.


Efek alkohol pada non-alkoholik

Kadar alkohol dalam darah Efek yang terjadi
50 mg/dL Masih mampu bersosialisasi, tenang
80 mg/dL
  • Koordinasi berkurang (kemampuan mental & fisik berkurang) Refleks menjadi lebih lambat
    (kedua hal tsb mempengaruhi keselamatan mengemudi)
  • 100 mg/dL Gangguan koordinasi yg jelas terlihat
    200 mg/dL
  • Kebingungan
  • Ingatan berkurang
  • Gangguan koordinasi semakin berat (tidak dapat berdiri)
  • 300 mg/dL Penurunan kesadaran
    400 mg/dL atau lebih Koma, kematian
    Pankreas Peradangan (pankreatitis), kadar gula darah renadah, kanker
    Jantung Denyut jantung abnormal (aritmia, gagal jantung
    Pembuluh darah Tekanan darah tinggi, aterosklerosis, stroke
    Otak Kebingungan, berkurangnya koordinasi, ingatan jangka pendek yg buruk, psikosa
    Saraf Berkurangnya kemampuan untuk berjalan (kerusakan saraf di lengan dan tungkai yg mengendalikan pergerakan)


    PENYEBAB
    Penyebab seseorang menjadi pecandu alkohol belum diketahui secara pasti, namun penggunaan alkohol bukan satu satunya faktor penyebab.

    Dari orang-orang yang meminum alkohol, sekitar 10% menjadi pecandu.
    Pecandu alkohol memiliki angka kejadian yang lebih tinggi dibandingkan pecandu zat lainnya.
    Juga, alkoholisme lebih sering diderita para anak-anak pecandu dari pada anak-anak yang diadopsi, yang memperlihatkan bahwa alkoholisme melibatkan kelainan genetik atau biokimia.

    Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa orang yang beresiko menjadi alkoholik tidak mudah mengalami keracunan, karena itu otak mereka kurang sensitif terhadap efek yang ditimbulkan oleh alkohol.

    Selain kemungkinan kelainan genetik, latar belakang dan kepribadian tertentu dapat menjadi faktor pendukung seseorang menjadi pecandu.
    Pecandu sering berasal dari keluarga yang pecah dan dari mereka yang hubungan dengan orang tuanya kurang harmonis.

    Pecandu alkohol cenderung merasa terisolasi, sendiri, malu, depresi atau bermusuhan.
    Mereka biasa memamerkan perilaku perusakan diri, dan mungkin secara seksual tidak dewasa.
    Meskipun demikian, penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol sangat umum sehingga pecandu mudah dikenali diantara orang-orang dengan berbagai kepribadian.

    PENGOBATAN
    Alkoholik yang menderita gejala putus obat biasanya mengobati dirinya dengan meminum lagi.
    Beberapa penderita mencari penyelesaian medis karena mereka tidak ingin berlanjut minum minuman keras atau karena gejala putus obatnya terlalu berat.

    Pada kasus ini, pertama-tama diperiksa kemungkinan cedera kepala yang terjadi karena komplikasinya.
    Kemudian digambarkan jenis gejala putus obatnya, ditentukan berapa banyak seseorang biasanya minum dan dicari tahu kapan terakhir minum.

    Karena kekurangan vitamin menyebabkan gejala putus obat yang mengancam jiwa, maka dokter unit gawat darurat biasanya memberikan memberikan vitamin B kompleks (terutama tiamin) dan vitamin C dosis besar lewat infus.
    Cairan infus, magnesium dan glukosa sering diberikan untuk mencegah beberapa gejala putus obat dan untuk menghindari dehidrasi.

    Diberikan benzodiazepin selama beberapa hari untuk menenangkan dan membantu mencegah gejala putus obat.

    Obat-obatan anti-psikosa umumnya diberikan untuk sejumlah kecil pecandu dengan halusinasi alkoholik.

    DTs bisa berakibat fatal dan diobati dengan lebih agresif untuk mengendalikan demam tinggi dan agitasi yang berat.
    Biasanya diperlukan cairan infus, obat penurun panas (seperti asetaminofen), obat penenang dan pengawasan yang ketat.
    Dengan pengobatan tersebut, DTs biasanya akan menghilang dalam waktu 12-24 jam setelah timbulnya gejala.

    Setelah masalah medis darurat berhasil diatasi, program detoksikasi dan rehabilitasi harus dimulai.
    Pada tahap pertama pengobatan, alkohol sama sekali tidak digunakan.
    Kemudian seorang pecandu harus mengubah perilakunya.
    Tanpa bantuan, sebagian besar pecandu akan kambuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu.

    Pengobatan kelompok dipercaya lebih baik dari pada penyuluhan dari orang ke orang, tetapi pengobatannya harus disesuaikan dengan individu pecandu.
    Dukungan dari anggota keluarga sangat diperlukan.

    Terapi obat-obatan

    Kadang-kadang seorang alkoholik bisa menghindari minum alkohol dengan mengkonsumsi obat tertentu.
    Disulfiram (antabuse) bisa diperoleh dengan resep dokter.
    Obat ini terlibat dalam metabolisme alkohol, membentuk asetaldehid, suatu metabolit alkohol yang terdapat dalam darah.

    Asetaldehid merupakan racun dan menyebabkan kemerahan pada wajah, sakit kepala berdenyut, denyut jantung yang cepat, pernafasan cepat dan berkeringat dalam waktu 5-15 menit seteleh minum alkohol.
    30-60 menit kemudian terjadi mual dan muntah-muntah.
    Reaksi ini terjadi selama 1-3 jam.

    Timbulnya reaksi tersebut (karena minum alkohol setelah menelan disulfiram), sangat menyiksa, sehingga pecandu memilih menghindari alkohol.

    Alkoholik yang baru pulih, tidak dapat langsung mengkonsumsi disulfiram setelah berhenti minum alkohol; obat ini hanya diminum setelah beberapa hari tidak minum alkohol.
    Disulfiram bisa mempengaruhi metabolisme alkohol sampai 3-7 hari setelah dosis terakhir obat ini.

    Beratnya reaksi terhadap alkohol yang berhubungan dengan pengobatan, menyebabkan disulfiram tidak boleh diberikan kepada wanita hamil atau pecandu yang memiliki penyakit yang serius.

    Obat lainnya adalah naltrekson, yang bisa membantu mengurangi ketergantungan pecandu jika digunakan sebagai bagian dari program pengobatan menyeluruh.
    Naltrekson merubah efek alkohol pada endorfin tertentu di otak, yang mungkin berhubungan dengan keinginan untuk minum alkohol.

    Naltrekson tidak menyebabkan reaksi seperti disulfiram.
    Tetapi pecandu yang mendapatkan naltrekson bisa terus menerus minum alkohol.
    Naltrekson tidak boleh diberikan kepada penderita hepatitis atau penyakit hati.
    leer más...

    Rabu, 04 November 2009

    CINTA = CIU + FANTA

    | | 0 komentar


    BAHAYA MINUMAN KERAS

    Seorang turis masuk ke dalam bar lokal untuk
    minum-minum. Di dalam bar
    tersebut, ia tertarik ketika melihat tulisan "BIR
    & WHISKY GRATIS" dan
    bertanya kepada bartender.

    "Oh itu", ujar bartender "Untuk mendapatkannya
    anda harus berhasil
    melalui 3 test yang sampai saat ini tak seorangpun
    bisa melakukan
    ketiga-tiganya" .
    "Tes apa saja? "
    "Pertama, anda harus menghabiskan 1 gallon air
    cabe mexico yang luar
    biasa pedasnya" kata bartender sambil menunjuk ke
    tong yang ada di ujung
    meja
    bar. "Kedua, di belakang bar ini ada seekor buaya
    dan anda harus bisa
    mencabut giginya yang sakit" "Ketiga, di lantai
    atas ada seorang wanita
    yang tak seorangpun pria di kota ini mampu
    membuatnya orgasme, anda
    harus bisa melakukannya" .

    "Wah...sulit sekali.....tak seorangpun bisa" sang
    turis pun mengurungkan
    niatnya dan akhirnya membeli beberapa botol
    whisky. Setelah beberapa
    botol habis diteguknya, akal sehatnya mulai
    berkurang, berkurang dan
    berkurang
    sampai akhirnya ia berkata "Bartender ! Saya akan
    lakukan !" Diambilnya
    air cabe mexico dan ditenggaknya sampai habis.
    Kemudian, dengan muka
    merah dan bercucuran air mata, ia pergi ke
    belakang bar.

    Segera terdengar suara raungan buaya yang semakin
    lama semakin keras dan
    akhirnya senyap. Pengunjung bar lainnya menunggu
    dengan cemas. Tiba-tiba
    pintu belakang bar terbuka dan tampaklah si jagoan
    kita, dengan baju dan
    celana robek-robek, tubuh kotor dan luka berdarah,
    tapi wajahnya penuh
    senyum kemenangan.

    Diiringi pandangan takjub para pengunjung bar, ia,
    dengan langkah
    maboknya, berjalan terhuyung-huyung menghampiri
    meja bartender dan
    menggebrak meja; "Sekarang, tunjukkan padaku,
    kamar wanita yang perlu

    dicabut giginya itu !!!"
    leer más...
     
     

    Diseñado por: Compartidísimo
    Con imágenes de: Scrappingmar©

     
    Ir Arriba